Halaman

Selasa, 21 Desember 2010

4 Hal untuk Menciptakan Keharmonisan Rumah Tangga

~:*♥  ♥*:~

Bismillaahirrahmaanirrahiim,

1. Sertakan sakralitas ( kesucian niat dan hiasi dengan berbagai aktifitas keagamaan) di dalam rumah tangga agar suasana damai kian terasa.

Salah satu pijakan yang paling utama seseorang rela berumah tangga adalah karena adanya ketaatan kepada syariat Allah.

2. Jangan melihat ke belakang.

Jangan mengungkit alasan saat awal menikah " mengapa saya mau menikah dengan dirinya? Mengapa dulu tidak saya tolak saja? Hindarkan pikiran yang seperti ini.

3. Lihat kelebihan pasangan.

Kita hendaknya berusaha mengikis kesombongan diri. Bersikap lapang dada dan mengakui kelebihan pasangan bukan kekurangannya semata. Inilah makna menerima apa adanya. Karena di balik kekurangannya tentu ada kelebihan yang membuat kita senang terhadapnya.

4. Berpikir obyektif.

Ketika menghadapi masalah belajar untuk tidak terlalu emosional. Jangan suka mengumbar permasalahan rumah tangga kepada pihak lain yang belum tentu memahami secara jelas permasalahan yang sebenarnya. Untuk itu komunikasikan secara terbuka terhadap pasangan agar hubungan kembali terjalin harmonis.
Semoga bermanfaat.

Jangan Menilai Seseorang Dari Masa Lalunya

Bismillaahirrahmaanirrahiim,

Jangan pernah menilai seseorang dengan melihat masa lalunya..

Betapa banyak diantara kita yang memiliki masa lalu yang kelam, jauh dari sunnah, jauh dari hidayah, tenggelam dalam dunia yang menipu, terombang-ambing dalam kemaksiatan yang nista..

Bukankah banyak sahabat radhiallahu ‘anhum yang dahulunya pelaku kemaksiatan, peminum khamr, bahkan pelaku kesyirikan ..?

Akan tetapi tatkala cahaya hidayah menyapa hati mereka.. jadilah mereka generasi terbaik yang pernah ada di atas muka bumi ini ...

Bisa jadi anda salah satu dari mereka para akhwat dan ikhwan yang memiliki masa lalu yang kelam, yang mungkin saja kebanyakan orang tidak mengetahui masa lalu kelam anda ..

Sebagaimana anda tidak ingin orang lain menilai anda dengan melihat masa lalu kelam anda..

Maka janganlah anda menilai orang lain dengan melihat masa lalunya yang buruk...

Yang menjadi patokan adalah kesudahan seseorang, kondisinya tatkala akan meninggal, bukan masa lalunya...

Baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda “Amalan-amalan itu tergantung akhirnya ...” (HR Bukhari).

Semoga Bermanfaat..., insyaAllah.

ALHAMDULILLAH, AIR MENGUCUR DI AL HIKMAH

Assalamu Alaikum Wr Wb
Allahumma Shalli Ala Sayyidina Muhammad Wa Ala Ali Sayyidina Muhammad ‪#‎Shalawat‬


***  ***


Ustadz Ali sangat bersyukur, air kembali hadir di Rumah Tahfidz Gubuk Rubuh, Desa Getas, Kecamatan Playen, Gunung Kidul, DIY. Rumah Tahfidz yang dipimpinnya itu berdiri sejak Pebruari 2010 dan menjadi binaan PPPA Daarul Quran. Santrinya yang mukim 19 anak, selebihnya puluhan santri kalong.

Sejak jelang Ramadhan 1432 H lalu, kekeringan melanda Gunung Kidul.

Bencana ini melanda 170 dusun, termasuk Gubuk Rubuh. Warga terpaksa mengonsumsi air sungai, yang sekaligus digunakan untuk mandi dan cuci.

Sebagian warga mencari air bersih di dasar telaga yang sudah retak-retak di kejauhan hingga tiga kilometer.

Selama Ramadhan, Takmir Masjid Daarut Taqwa Kecamatan Patuk, menjadwal jamaah-nya untuk mengisi tempat wudlu (padasan). Setiap hari, lima remaja atau dewasa jamaah setempat wajib membawa air dari rumah atau tetangga yang masih memiliki, untuk memenuhi penampungan air masjid.

Kabupaten Gunung Kidul memang langganan kekeringan setiap tahunnya. Menurut seorang warga, kekeringan di sini berlangsung 3 bulan hingga 4 bulan setiap tahunnya.

Namun, kekeringan tahun ini semakin meluas. Kalau tahun lalu hanya dialami 12 kecamatan, kini 15 kecamatan dari 18 kecamatan mengalaminya.

Selain manusia, ternak pun menderita akibat kekeringan tersebut.

Menurut Kepala Dinas Peternakan Gunungkidul, Krisna Berlian, paling tidak 2.000-an ekor sapi dan 3.000 ekor kambing kurang gizi akibat minim hijauan tanaman.

Antisipasi sudah Pemda lakukan dengan dropping air ke 15 kecamatan. Namun itu dilakukan setiap 5 hingga 7 hari sekali, karena keterbatasan armada. Berita kekeringan yang dialami Rumah Tahfidz Al Hikmah sampai ke kantor PPPA Daarul Quran Jogja. Irfan, Manager Perwakilan PPPA Daqu Jogja, segera memobilisasi bantuan melalui Program Santri Siaga Bencana. Tim ini lalu mengirim bantuan berupa 1 unit jet pump.

Pompa air itu untuk mengangkat air bersih dari mata air di dekat sungai ke bak penampungan di Rumah Tahfidz, jelas Irfan.

Pada Jumat, 23 September 2011 sore, Tim PPPA Daarul Quran hadir untuk meresmikan penggunaan instalasi pompa air tersebut. Saat itu sekaligus PPPA Daqu menjatah modal usaha pembesaran ternak kurban ke Al-Hikmah.

Peresmian disyukuri juga oleh segenap pengurus, guru dan santri Rumah tahfidz Al Hikmah.

Insya Allah bantuan ini sangat bermanfaat bagi Rumah Tahfidz dan warga sekitarnya, tutur Ustadz Ali Ikhsan dengan mata berkaca-kaca. Dan para santri pun menggemakan shalawat dengan penuh keceriaan. (kinank)

Jumat, 08 Oktober 2010

9 SITI YANG PATUT DI CONTOH


9 SITI YANG PATUT DI CONTOH

1. Siti Khadijah :

Beliau merupakan isteri Rasulullah s.a.w yg melahirkan anak - anak Rasulullah, setia dan mendukung Rasulullah walaupun ditentang hebat oleh orang - orang kafir dan musyrik, mengantarkan makanan kepada Baginda ketika Baginda beribadat di Gua Hira’.

2. Siti Fatimah :

Anak Rasulullah yang tinggi budi pekertinya. Sangat kasih dan setia kepada suaminya Ali karamallahu wajhah walaupun Ali miskin. Tidur berbagi 1 bantal dan kadang-kadang berbantalkan lengan Ali.
Rasulullah pernah berkata aku takkan maafkan kamu wahai Fatimah sehinggalah Ali maafkan kamu.

3. Siti Aisah :

Beliau isteri Rasulullah yang paling romantik. Sanggup berbagi bekas makanan dan minuman dengan Rasulullah. Di mana Nabi s.a.w minum di situ beliau akan minum menggunakan bekas yang sama.

4. Siti Hajar :

Isteri Nabi Ibrahim yang patuh kepada suami dan suruhan Allah. Sanggup ditinggalkan oleh Nabi Ibrahim atas suruhan Allah demi kebaikan. Berjuang mencari air untuk anaknya Nabi Ismail (Pengorbanan seorg ibu mithali).

5. Siti Mariam :

Wanita suci yang memang pandai menjaga kehormatan diri & mempunyai maruah yang tinggi sehingga rahimnya dipilih oleh Allah s.w.t untuk mengandungkan Nabi Isa.

6. Siti Asyiah :

Isteri Firaun yang tinggi imannya dan tidak gentar dengan ujian yang dihadapinya daripada Firaun Laknatullah.

7. Siti Aminah :

Wanita mulia yang menjadi ibu kandung Rasullullah. Mendidik baginda menjadi insan mulia.

8. Siti Muti’ah :

Isteri yang patut dicontohi dan dijanjikan Allah syurga untuknya karena setianya kepada suami, menjaga makan minum, menyediakan tongkat untuk dipukul oleh suaminya sekiranya layanannya tidak memuaskan hati, berhias dgn cantik untuk tatapan suaminya saja.

9. Siti Zubaidah :

Wanita kaya dermawan yang menjadi isteri Khalifah Harun Al-Rashid. Sanggup membelanjakan semua hartanya untuk membina terusan untuk kegunaan orang ramai hanya niat karna Allah s.w.t.

Semoga ALLAH senantiasa membimbing kita dalam keadaan iman dan takwa kepada-Nya, dan mudah-mudahan ALLAH menjadikan yang sudah menikah menjadi pasangan yang sakinah, mawaddah, warahmah, untuk taat kepada suami, dan menyayangi istrinya. Dan yang belum menikah semoga ALLAH pertemukan jodohnya, dan segera menikah dengan pasangan yang dikehendaki. Aamiin..

PETAKA PEMIMPIN AKHIRZAMAN


[ PETAKA PEMIMPIN AKHIRZAMAN ]
KH Mahmudi Zubair Abdullah MA

Syaikh Yusuf al-Wabil dalam Kitab Asyratus Sa’ah. Kondisi seperti yang disebutkan di atas sudah terjadi di zaman sekarang. Dan dalam realita sekarang kita saksikan banyak pemimpin-pemimpin yang gemar membangun pencitraan sehingga banyak rakyat yang tertipu dengannya dan memujinya, 

“Alangkah hebatnya!, alangkah baiknya!, alangkah amanahnya!, alangkah bagus akhlaknya!,” dan pujian-pujian lainnya. Padahal pemimpin-pemimpin tersebut adalah makhluk yang sangat durhaka kepada Tuhannya, minim pemahaman agama dan jauh dari kewajiban penerapan Syariat Islam. Bahkan, ia sebenarnya orang yang sangat tidak amanah dan suka berdusta. Tidak memakai Syariat Islam awal kesalahan yang fatal

Malah sebaliknya, ia gemar memusuhi kaum muslimin yang istiqamah memegang agamanya dan berusaha menghancurkan Islam sampai akar-akarnya.

Maka tepatlah hadits yang dikeluarkan Imam Bukhari dan Muslim dalam shahih keduanya, dari Hudzaifah mengenai hadits diangkatnya amanat,

لَا يَكَادُ أَحَدٌ يُؤَدِّي الْأَمَانَةَ حَتَّى يُقَالَ إِنَّ فِي بَنِي فُلَانٍ رَجُلًا أَمِينًا حَتَّى يُقَالَ لِلرَّجُلِ مَا أَجْلَدَهُ مَا أَظْرَفَهُ مَا أَعْقَلَهُ وَمَا فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ مِنْ إِيمَانٍ 

“Hampir-hmapir tak ada seorangpun yang melaksanakan amanat sehingga dikatakan, ‘sesungguhnya di tengah-tengah Bani fulan ada seorang laki-laki yang sangat amanat’ sehingga dikatakan kepada seseorang, ‘alangkah sabarnya, alangkah cermatnya, alangkah pandainya,’ padahal di dalam hatinya tidak ada iman walaupun seberat biji sawi.” Laa haula walaa quwwata Illaa billah.

Bahaya Anti Syariat Islam

Dari Ziyad bin Hudair berkata. Umar radhiyallahu 'anhu berkata kepadaku, “Apakah engkau tahu apa yang akan menghancurkan Islam?” Aku (Ziyad) menjawab, “Tidak.” Beliau berkata, “Yang akan menghancurkannya adalah menyimpangnya ulama, gugatan orang munafik terhadap Al-Kitab, dan hukum para pemimpin yang menyesatkan.” (HR. al-Daarimi dalam Takhrij al-Misykah (1/89), “sanadnya shahih.”)

Kondisi ini persis seperti yang diriwayatkan dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, “Sesungguhnya di antara tanda-tanda kiamat ialah ilmu diangkat dan tersebarnya kebodohan.” (Muttafaq ‘Alaih dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu)

Jika ada manusia yang dicipta Allah sebagai khalifah di dunia ini, tidak mengatur kehidupannya menurut peraturan-peraturan yang telah Allah tetapkan (syariat), dia tidak terlepas dari tiga keadaan. 

Sama ada dia jatuh kafir, jadi zalim atau tergolong dalam golongan fasik (derhaka).

وَمَن لَّمۡ يَحۡكُم بِمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ فَأُوْلَـٰٓٮِٕكَ هُمُ ٱلۡكَـٰفِرُونَ

"...dan sesiapa yang tidak menghukum dengan apa yang telah diturunkan oleh Allah (kerana mengingkarinya), maka mereka itulah orang-orang yang kafir." (Al-Maidah:5:44)

وَمَن لَّمۡ يَحۡڪُم بِمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ فَأُوْلَـٰٓٮِٕكَ هُمُ ٱلظَّـٰلِمُونَ

"...dan sesiapa yang tidak menghukum dengan apa yang telah diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang yang zalim." (Al-Maidah:5:45)

وَمَن لَّمۡ يَحۡڪُم بِمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ فَأُوْلَـٰٓٮِٕكَ هُمُ ٱلۡفَـٰسِقُونَ

"...dan sesiapa yang tidak menghukum dengan apa yang telah diturunkan oleh Allah, maka mereka itulah orang-orang yang fasik." (Al-Maidah:5:47)

Oleh kerana bumi tempat kita tinggal ini milik Allah, yang mana kita hanyalah sebagai pentadbir alam Tuhan ini, selayaknya kita mengatur kehidupan kita mengikut apa yang telah ditetapkan Allah di dalam syariat-Nya.

QS. 3. Aali ‘Imraan : 118. Allah Ta'ala berfirman

"Janganlah kamu ambil menjadi TEMAN KEPERCAYAANMU orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.”

QS. 9. At-Taubah : 16. Allah Ta'ala berfirman :

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan sedang Alloh belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi TEMAN SETIA selain Alloh, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman? Dan Alloh Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Dua nash diatas Qoth-i menerangkan kita waspadai aksi Jokowi yang tidak bersyariat Islam dan dia selalu BERTEMANKAN KAFIR buat wakilnya sejak dari solo, jakarta, lurah lenteng agung yang kisruh itu. Ada apa ? Bodoh nian pemimpin demikian tidak boleh jadi pemimpin. Haram nian

Perkara syariat ialah bernilaikan antara Syirik dan ia berada diareal Aqidah, jadi ini bukan DOSA BIASA bisa cilaka umat termakankan isu bohong di media nasional yang kebanyakan BAHLUL, bacalah ayat-ayat diatas sekali lagi. Rosul dan sahabat tidak pernah menunjuk wakil KAFIR karena itu HARAM berwalikan kafir.

Semoga Allah memberikan kepada kita para pemimpin yang takut kepada Allah dan memiliki sifat amanah, mengasihi rakyat dan tidak suka hidup mewah, menegakkan kebenaran dan menghancurkan kebatilan, cinta syariat dan anti khianat. Amiin, yaa Rabbal ‘alamin.

Jodoh Dan Pilihan


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh,

Bismillahirrahmanirrahim,

Sahabatku, bertemunya kita dengan seseorang yang kita cintai ada unsur rasa dan ada unsur rasionalitas. Perasaan cocok sering lebih “benar” dibanding pertimbangan "logika". Jika seorang wanita dalam pertemuan pertama dengan seorang lelaki langsung merasa bahwa lelaki itu terasa “sreg” untuk menjadi pendamping hidupnya, meski ia belum mengetahui secara detail siapa identitas si lelaki itu, biasanya faktor perasaan sreg itu akan menjadi faktor dominan dalam mempertimbangkan. Sudah barang tentu ada orang yang tertipu oleh penampilan, yakni langsung tertarik oleh penampilan, padahal sebenarnya penampilan palsu. Sementara itu argumen rasionalitas berdasar data lengkap tentang berbagai segi dari karakteristik lelaki atau perempuan, mungkin dapat memuaskan logika, tetapi mungkin terasa kering, karena pasangan bukan semata masalah logika, tetapi justru lebih merupakan masalah perasaan. 

Ada pasangan yang bertemu yang dari segi infrastruktur logis (misalnya keduanya ganteng dan cantik, usia sebaya, rumah tempat tinggalnya bagus, penghasilan mencukupi, kelengkapan hidup lengkap) mestinya bahagia, tetapi pasangan itu justru melewati hari-harinya dengan suasana kering dan membosankan, karena hubunganya lebih bersifat formal dibanding rasa. Perasaan sreg dan cocok akan dapat mendistorsi berbagai kekurangan, sehingga meski mereka hidup dalam kesahajaan, tetapi mereka kaya dengan perasaan, sehingga mereka dapat merasa ramai dalam keberduaan, merasa meriah dalam kesunyian malam, merasa ringan dalam memikul beban, merasa sebentar dalam mengarungi perjalanan panjang. Mereka sudah menikah bahkan melewati usia 40 tahun perkawinan, tetapi serasa masih pengantin baru.

Sahabatku, jodoh memang pilihan kita namun hasil akhirnya adalah ketetapan Allah maka memperbaiki diri dengan meningkatkan kualitas sholat, puasa dan shodaqoh merupakan upaya lahir dan batin meletakkan diri pada titik terendah berserah diri hanya kepada Allah, memohon apa yang terbaik dari sisiNya sekaligus memohon ampun bila ada perbuatan yang tanpa kita sadari bahwa diri kita melakukan kemaksiatan sekecil apapun sehingga Allah menghilangkan segala penghalang dan rintangan kita bertemu dengan jodoh kita yang berkualitas, beriman dan sholeh bukan semata pasangan hidup di dunia namun juga dunia dan akhirat dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Jangan berkecil hati, tetaplah semangat dan optimis bahwa Allah menyegerakan jodoh untuk anda.

Sahabatku, aminkan doa bila anda ingin segera mewujudkan impian unt mendapatkan jodoh yg terbaik dari sisi Allah, mewujudkan keluarga sakinah mawaddah warahmah. 'Rabbana hablana milladunka zaujan thayyiban wayakuna shahiban lii fiddini waddunya wal akhirah' Artinya. 'Ya Tuhan kami, berikanlah kami pasangan yg terbaik dari sisiMu, pasangan yg juga menjadi sahabat kami dlm urusan agama, urusan dunia & akhirat.'
Aamiin...

Sabtu, 02 Oktober 2010

"Wanita solehah itu lebih baik daripada bidadari syurga"

Dari pada Umm Salamah, isteri Nabi SAW, katanya(di dalam sebuah hadis yang panjang): Aku berkata, “Wahai Rasulullah! Adakah wanita di dunia lebih baik atau
bidadari?”

Baginda menjawab, “Wanita di dunia lebih baik daripada bidadari sebagaimana yang zahir lebih baik daripada yang batin.” Aku berkata, “Wahai Rasulullah! Bagaimanakah itu?”

Baginda menjawab, “Dengan solat, puasa dan ibadat mereka kepada Allah, Allah akan memakaikan muka-muka mereka dengan cahaya dan jasad mereka dengan sutera yang berwarna putih,berpakaian hijau dan berperhiasan kuning….(hingga akhir hadis)” (riwayat al-Tabrani).

Sungguh tinggi darjat wanita solehah, sehingga dikatakan lebih baik daripada bidadari syurga. Semoga hadis ini menjadi inspirasi bagi kita semua dalam memperbaiki diri agar menjadi lebih baik.

Pengertian BIDADARI DUNIA pula, mereka tergolong dari kalangan wanita-wanita yang solehah. Bahkan Rasulullah pernah bersabda yang membawa maksud, yakni wanita yang solehah itu adalah lebih baik dari bidadari syurga. Selain itu, Allah SWT juga berfirman, wanita solehah, akan menjadi ketua bidadari kelak di syurga, dan mereka akan memiliki kecantikan dan keindahan lebih dari bidadari syurga itu sendiri...Allahu wa Rasululuhu Alam(Allah dan Rasul juga yang lebih mengetahui)...

>>>"Seorang muslimah sejati bukan dilihat dari kecantikan dan keayuan wajahnya semata-mata.Wajahnya hanyalah satu peranan yang amat kecil,tetapi muslimah sejati dilihat dari kecantikan dan ketulusan hatinya yang tersembunyi. Itulah yang terbaik”.

>>>"“Muslimah sejati juga tidak dilihat dari bentuk tubuh badannya yang mempersona,tetapi dilihat dari sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya yang mempersona itu".

>>>"Muslimah sejati bukanlah dilihat dari sebanyak mana kebaikan yang diberikannya ,tetapi dari keikhlasan ketika ia memberikan segala kebaikan itu.Muslimah sejati bukanlah dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya tetapi dilihat dari apa yang sering mulutnya bicarakan.Muslimah sejati bukan dilihat dari keahliannya berbahasa,tetapi dilihat dari bagaimana caranya ia berbicara dan berhujah kebenaran".

>>>“Ketahuilah muslimah sejati bukan dilihat dari keberaniannya dalam berpakaian grand tetapi dilihat dari sejauh mana ia berani mempertahankan kehormatannya melalui apa yang dipakainya. Muslimah sejati bukan dilihat dari kekhuwatirannya digoda orang di tepi jalanan tetapi dilihat dari kekhuwatirannya dirinyalah yang mengundang orang tergoda".

>>>"Muslimah sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian yang ia jalani tetapi dilihat dari sejauh mana ia menghadapi ujian itu dengan penuh rasa redha dan kehambaan kepada TUHAN nya,dan ia sentiasa bersyukur dengan segala kurniaan yang diberi.Dan ingatlah anakku muslimah sejati bukan dilihat dari sifat mesranya dalam bergaul tetapi dilihat dari sejauh mana ia mampu menjaga kehormatan dirinya dalam bergaul”.

P/S: "Seindah hiasan adalah WANITA SOLEHAH"... sesungguhnya bidadari itu ada di bumi...

** Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkan, maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala.