Halaman

Jumat, 08 Oktober 2010

PETAKA PEMIMPIN AKHIRZAMAN


[ PETAKA PEMIMPIN AKHIRZAMAN ]
KH Mahmudi Zubair Abdullah MA

Syaikh Yusuf al-Wabil dalam Kitab Asyratus Sa’ah. Kondisi seperti yang disebutkan di atas sudah terjadi di zaman sekarang. Dan dalam realita sekarang kita saksikan banyak pemimpin-pemimpin yang gemar membangun pencitraan sehingga banyak rakyat yang tertipu dengannya dan memujinya, 

“Alangkah hebatnya!, alangkah baiknya!, alangkah amanahnya!, alangkah bagus akhlaknya!,” dan pujian-pujian lainnya. Padahal pemimpin-pemimpin tersebut adalah makhluk yang sangat durhaka kepada Tuhannya, minim pemahaman agama dan jauh dari kewajiban penerapan Syariat Islam. Bahkan, ia sebenarnya orang yang sangat tidak amanah dan suka berdusta. Tidak memakai Syariat Islam awal kesalahan yang fatal

Malah sebaliknya, ia gemar memusuhi kaum muslimin yang istiqamah memegang agamanya dan berusaha menghancurkan Islam sampai akar-akarnya.

Maka tepatlah hadits yang dikeluarkan Imam Bukhari dan Muslim dalam shahih keduanya, dari Hudzaifah mengenai hadits diangkatnya amanat,

لَا يَكَادُ أَحَدٌ يُؤَدِّي الْأَمَانَةَ حَتَّى يُقَالَ إِنَّ فِي بَنِي فُلَانٍ رَجُلًا أَمِينًا حَتَّى يُقَالَ لِلرَّجُلِ مَا أَجْلَدَهُ مَا أَظْرَفَهُ مَا أَعْقَلَهُ وَمَا فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ مِنْ إِيمَانٍ 

“Hampir-hmapir tak ada seorangpun yang melaksanakan amanat sehingga dikatakan, ‘sesungguhnya di tengah-tengah Bani fulan ada seorang laki-laki yang sangat amanat’ sehingga dikatakan kepada seseorang, ‘alangkah sabarnya, alangkah cermatnya, alangkah pandainya,’ padahal di dalam hatinya tidak ada iman walaupun seberat biji sawi.” Laa haula walaa quwwata Illaa billah.

Bahaya Anti Syariat Islam

Dari Ziyad bin Hudair berkata. Umar radhiyallahu 'anhu berkata kepadaku, “Apakah engkau tahu apa yang akan menghancurkan Islam?” Aku (Ziyad) menjawab, “Tidak.” Beliau berkata, “Yang akan menghancurkannya adalah menyimpangnya ulama, gugatan orang munafik terhadap Al-Kitab, dan hukum para pemimpin yang menyesatkan.” (HR. al-Daarimi dalam Takhrij al-Misykah (1/89), “sanadnya shahih.”)

Kondisi ini persis seperti yang diriwayatkan dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, “Sesungguhnya di antara tanda-tanda kiamat ialah ilmu diangkat dan tersebarnya kebodohan.” (Muttafaq ‘Alaih dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu)

Jika ada manusia yang dicipta Allah sebagai khalifah di dunia ini, tidak mengatur kehidupannya menurut peraturan-peraturan yang telah Allah tetapkan (syariat), dia tidak terlepas dari tiga keadaan. 

Sama ada dia jatuh kafir, jadi zalim atau tergolong dalam golongan fasik (derhaka).

وَمَن لَّمۡ يَحۡكُم بِمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ فَأُوْلَـٰٓٮِٕكَ هُمُ ٱلۡكَـٰفِرُونَ

"...dan sesiapa yang tidak menghukum dengan apa yang telah diturunkan oleh Allah (kerana mengingkarinya), maka mereka itulah orang-orang yang kafir." (Al-Maidah:5:44)

وَمَن لَّمۡ يَحۡڪُم بِمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ فَأُوْلَـٰٓٮِٕكَ هُمُ ٱلظَّـٰلِمُونَ

"...dan sesiapa yang tidak menghukum dengan apa yang telah diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang yang zalim." (Al-Maidah:5:45)

وَمَن لَّمۡ يَحۡڪُم بِمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ فَأُوْلَـٰٓٮِٕكَ هُمُ ٱلۡفَـٰسِقُونَ

"...dan sesiapa yang tidak menghukum dengan apa yang telah diturunkan oleh Allah, maka mereka itulah orang-orang yang fasik." (Al-Maidah:5:47)

Oleh kerana bumi tempat kita tinggal ini milik Allah, yang mana kita hanyalah sebagai pentadbir alam Tuhan ini, selayaknya kita mengatur kehidupan kita mengikut apa yang telah ditetapkan Allah di dalam syariat-Nya.

QS. 3. Aali ‘Imraan : 118. Allah Ta'ala berfirman

"Janganlah kamu ambil menjadi TEMAN KEPERCAYAANMU orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.”

QS. 9. At-Taubah : 16. Allah Ta'ala berfirman :

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan sedang Alloh belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi TEMAN SETIA selain Alloh, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman? Dan Alloh Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Dua nash diatas Qoth-i menerangkan kita waspadai aksi Jokowi yang tidak bersyariat Islam dan dia selalu BERTEMANKAN KAFIR buat wakilnya sejak dari solo, jakarta, lurah lenteng agung yang kisruh itu. Ada apa ? Bodoh nian pemimpin demikian tidak boleh jadi pemimpin. Haram nian

Perkara syariat ialah bernilaikan antara Syirik dan ia berada diareal Aqidah, jadi ini bukan DOSA BIASA bisa cilaka umat termakankan isu bohong di media nasional yang kebanyakan BAHLUL, bacalah ayat-ayat diatas sekali lagi. Rosul dan sahabat tidak pernah menunjuk wakil KAFIR karena itu HARAM berwalikan kafir.

Semoga Allah memberikan kepada kita para pemimpin yang takut kepada Allah dan memiliki sifat amanah, mengasihi rakyat dan tidak suka hidup mewah, menegakkan kebenaran dan menghancurkan kebatilan, cinta syariat dan anti khianat. Amiin, yaa Rabbal ‘alamin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar